Assalamualikum. . .
Selamat pagi. . . Selamat siang. . . Selamat sore. . . Selamat malam. . .
postingan ini khusus buat panitia Class Meeting (betul nggak tulisannya gitu ha... ha...ha...)
mau titp salam nich. . . eh salah maksudnya mau "say something"aja. . .
yach. . . seperti yang telah mas/mbak/adek panitia "lomba blog kelas" smada jombang liat . . . ini adalah blognya anak XI IPA 4 or you can call us SURTY.
everything we did yesterday to make this blog and we really wanna be the winner. Ha... ha...ha... Meski ada yang kurang di beberapa unsur (*halah. . . beberapa unsur) tetep kasih tepuk tangan ya buat SURTY. . .
dan mohon dibaca semua apa yang sudah di posting di blog ini. Supaya nggak terposting percuma. Hehehehe. . .
okey, segitu aja dech. Pasti lagi sibuk kan sekarang. . .
Maju terus SMA 2 Jombang.
Bye. . .Salam super. ^-^
Rabu, 17 Juni 2009
kekerasan dalam pendidikan . . . huh. . . ( part 1)
Sebagai seorang pelajar SURTY sangat menentang adanya kekerasan dalam pendidikan. Ternyata gag cuma dari SURTY aja pernyataan penentangan tersebut keluar *ya iyalah :)). . . contohnya seperti yang baru aja SURTY baca artikelnya di suatu blog. . .
simak artikelnya. . .
Dimulai dengan berita-berita yang menyiarkan pelecehan oleh guru terhadap sejumlah muridnya, kemudian dilanjutkan dengan tawuran dan konflik fisik yang melibatkan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kini, giliran mahasiswa APDN berebut merampas nyawa orang lain. Tidak puas dengan menganiaya juniornya hingga tewas, mereka malah lebih berani lagi melakukan penganiayaan di luar kampus. Akibatnya seorang pemuda harus meregang nyawa. Ironis memang, karena kasus-kasus itu justru dilakukan oleh mereka yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin negeri ini dan dilatarbelakangi oleh alasan yang sepele. Lantas, dari sejumlah kasus tersebut, timbul pertanyaan ada apa dengan dunia pendidikan Indonesia ?
Kekerasan dan pelecehan yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini, bukanlah sesuatu yang muncul dengan tiba-tiba. Namun, semua itu telah tertanam kuat sejak dulu sebelum kemudian akhirnya meledak. Sebagai contoh, masyarakat yang pernah mengenyam dunia pendidikan tentu masih ingat benar dengan istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) atau OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) dengan berbagai nama lainnya. Kedua kegiatan tersebut senantiasa dilakukan setiap tahun untuk menyambut siswa dan mahasiswa baru. Tujuan awalnya adalah untuk memberikan pembekalan, baik materi maupun pengenalan lingkungan sekolah atau kampus kepada siswa maupun mahasiswa baru. Hal ini dianggap penting untuk membantu proses belajar mengajar sebagai kegiatan utama. Sayang, dalam pelaksaannya kedua kegiatan ini justru mengalami penyimpangan tujuan.
MOS dan OSPEK seringkali dijadikan ajang para senior untuk menunjukkan kekuasaan dan senioritasnya. Dalam kegiatan ini, tak jarang mereka melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan pada junior. Hukuman seperti push up, lari keliling lapangan, atau di jemur di bawah terik matahari merupakan hal yang biasa. Ditambah lagi dengan bentakan para senior yang kerapkali membuat kecut hati siswa atau mahasiswa baru. Semua itu dilakukan dengan dalih untuk melatih kekuatan fisik dan mental. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, alasan sebenarnya hanyalah untuk bersenang-senang mengerjai junior dan balas dendam atas perlakukan senior terdahulu.
Maka, pada masa-masa awal tahun ajaran, tak jarang terdengar ungkapan "Aku jadi panitia ospek nih, lumayan bise ngerjekan anak baru, dapat baju kaos gratis agik". Tidak hanya sampai di situ, para senior juga mempermalukan juniornya dengan menyuruh membawa dan menggunakan dot bayi, mengikat rambut dengan pita warna-warni, memakai kaos kaki berlainan warna dan lain sebagainya. Semua atribut ini pada dasarnya tidak memiliki kaitan dengan tujuan awal di lakukannya MOS atau OSPEK, melainkan semata-mata sebagai alat untuk mengerjai junior, agar acara semakin meriah. Kedua kegiatan ini juga seringkali dirancang tanpa memperhatikan hal-hal penting yang mendukung aktivitas belajar, sehingga tidak dapat diandalkan untuk menjadi ‘acara pembuka’ yang baik dalam memulai aktivitas akademis.
Kekerasan dan pelecehan yang terkandung dalam kegiatan ini akan terus berulang setiap tahun apabila tidak segera dihentikan. Junior yang sekarang menjadi korban, akan mencari korban lain di tahun depan, terus dan akhirnya membentuk lingkaran setan yang tiada habisnya. Sangat patut disayangkan, kegiatan semacam ini justru telah menjadi tradisi dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Tindakan kekerasan dan pelecehan dalam dunia pendidikan, disadari atau tidak, ibarat menanam bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Generasi muda yang terbiasa dengan kekerasan dan tindakan pelecehan akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memandang segala sesuatu dari sudut pandang kekerasan pula. Maka, bukan hal yang mustahil kalau mereka akan menerapkan kekerasan dalam perilaku keseharian, terutama ketika menyelesaikan masalah. Inilah yang akhir-akhir ini terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tidak hanya pada kegiatan MOS dan OSPEK, dalam aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan dosenpun harus menjadi perhatian.
Pelecehan sekecil apapun atau hukuman yang berlebihan turut andil menabur benih kekerasan dalam diri generasi muda. Karena itu, tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan harus sesegera mungkin di tiadakan, agar lingkaran setan yang menjadi bencana dunia pendidikan dapat segera terputus. Oleh sebab itu, semua pihak, baik pengajar, masyarakat, siswa dan mahasiswa maupun lembaga pendidikan harus benar-benar memperhatikan hal ini. Kontrol dan perhatian semua elemen masyarakat terhadap kebijakan pendidikan dapat menjadi tameng untuk menekan tumbuhnya kekerasan dan pelecehan dalam proses pendidikan.
Selain itu, untuk mewujudkan pendidikan yang sehat, maka diperlukan strategi pendidikan yang kuat dan cerdas. Kegiatan pengenalan sekolah dan kampus harus di tata sedemikian rupa dengan asas manfaat, yang benar-benar membantu dalam aktivitas akademis. MOS dan OSPEK diharapkan tidak lagi menjadi ketakutan tersendiri bagi siswa dan mahasiswa baru, namun dapat menjadi gerbang untuk mengasah potensi masing-masing. Lembaga pendidikan juga dituntut untuk proaktif dalam membina siswa dan mahasiswanya, serta mengontrol kegiatan-kegiatan yang dianggap memberikan peluang terjadinya kekerasan dan pelecehan.
Untuk siswa dan mahasiswa serta keluarganya, diharapkan tidak segan-segan untuk melaporkan penyimpangan-penyimpangan dalam proses belajar kepada lembaga pendidikan yang bersangkutan atau pihak yang berwajib. Semua ini penting untuk mencegah kembali terjadinya kekerasan dan pelecehan dalam pendidikan, mengingat pendidikan merupakan ujung tombak dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya pembangunan di Indonesia.
Semoga saja pada awal tahun ajaran kali ini dan seterusnya, tidak akan ada lagi siswa dan mahasiswa yang melakukan atau mengalami tindakan kekerasan dalam kegiatan pengenalan sekolah dan kampus. Para pengajar juga diharapkan untuk kembali pada hakikat pendidikan dan tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan pendidikan. Sehingga, sekolah dan kampus dapat menjadi tempat yang berfungsi sebagaimana mestinya, yakni pencetak sumber daya manusia yang berkualitas sebagai calon pemimpin bangsa, tanpa kekerasan dan pelecehan.(Oleh : Hardianti)
simak artikelnya. . .
Akhir-akhir ini, ibu pertiwi kembali menangisi kelakukan tak pantas dari putra-putrinya. Belum selesai penanganan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, juga belum tuntas permasalahan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, sekarang, giliran dunia pendidikan yang dilibas bencana. Jika tahun 1966, kaum muda bersatu padu menumbangkan kekuasaan Orde Lama, begitu juga dengan tahun 1998 ketika meruntuhkan keangkuhan Orde Baru, maka dalam era reformasi, segelintir kaum muda malah mencoreng wajah dunia pendidikan Indonesia.
Dimulai dengan berita-berita yang menyiarkan pelecehan oleh guru terhadap sejumlah muridnya, kemudian dilanjutkan dengan tawuran dan konflik fisik yang melibatkan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kini, giliran mahasiswa APDN berebut merampas nyawa orang lain. Tidak puas dengan menganiaya juniornya hingga tewas, mereka malah lebih berani lagi melakukan penganiayaan di luar kampus. Akibatnya seorang pemuda harus meregang nyawa. Ironis memang, karena kasus-kasus itu justru dilakukan oleh mereka yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin negeri ini dan dilatarbelakangi oleh alasan yang sepele. Lantas, dari sejumlah kasus tersebut, timbul pertanyaan ada apa dengan dunia pendidikan Indonesia ?
Kekerasan dan pelecehan yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini, bukanlah sesuatu yang muncul dengan tiba-tiba. Namun, semua itu telah tertanam kuat sejak dulu sebelum kemudian akhirnya meledak. Sebagai contoh, masyarakat yang pernah mengenyam dunia pendidikan tentu masih ingat benar dengan istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) atau OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) dengan berbagai nama lainnya. Kedua kegiatan tersebut senantiasa dilakukan setiap tahun untuk menyambut siswa dan mahasiswa baru. Tujuan awalnya adalah untuk memberikan pembekalan, baik materi maupun pengenalan lingkungan sekolah atau kampus kepada siswa maupun mahasiswa baru. Hal ini dianggap penting untuk membantu proses belajar mengajar sebagai kegiatan utama. Sayang, dalam pelaksaannya kedua kegiatan ini justru mengalami penyimpangan tujuan.
MOS dan OSPEK seringkali dijadikan ajang para senior untuk menunjukkan kekuasaan dan senioritasnya. Dalam kegiatan ini, tak jarang mereka melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan pada junior. Hukuman seperti push up, lari keliling lapangan, atau di jemur di bawah terik matahari merupakan hal yang biasa. Ditambah lagi dengan bentakan para senior yang kerapkali membuat kecut hati siswa atau mahasiswa baru. Semua itu dilakukan dengan dalih untuk melatih kekuatan fisik dan mental. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, alasan sebenarnya hanyalah untuk bersenang-senang mengerjai junior dan balas dendam atas perlakukan senior terdahulu.
Maka, pada masa-masa awal tahun ajaran, tak jarang terdengar ungkapan "Aku jadi panitia ospek nih, lumayan bise ngerjekan anak baru, dapat baju kaos gratis agik". Tidak hanya sampai di situ, para senior juga mempermalukan juniornya dengan menyuruh membawa dan menggunakan dot bayi, mengikat rambut dengan pita warna-warni, memakai kaos kaki berlainan warna dan lain sebagainya. Semua atribut ini pada dasarnya tidak memiliki kaitan dengan tujuan awal di lakukannya MOS atau OSPEK, melainkan semata-mata sebagai alat untuk mengerjai junior, agar acara semakin meriah. Kedua kegiatan ini juga seringkali dirancang tanpa memperhatikan hal-hal penting yang mendukung aktivitas belajar, sehingga tidak dapat diandalkan untuk menjadi ‘acara pembuka’ yang baik dalam memulai aktivitas akademis.
Kekerasan dan pelecehan yang terkandung dalam kegiatan ini akan terus berulang setiap tahun apabila tidak segera dihentikan. Junior yang sekarang menjadi korban, akan mencari korban lain di tahun depan, terus dan akhirnya membentuk lingkaran setan yang tiada habisnya. Sangat patut disayangkan, kegiatan semacam ini justru telah menjadi tradisi dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Tindakan kekerasan dan pelecehan dalam dunia pendidikan, disadari atau tidak, ibarat menanam bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Generasi muda yang terbiasa dengan kekerasan dan tindakan pelecehan akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memandang segala sesuatu dari sudut pandang kekerasan pula. Maka, bukan hal yang mustahil kalau mereka akan menerapkan kekerasan dalam perilaku keseharian, terutama ketika menyelesaikan masalah. Inilah yang akhir-akhir ini terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tidak hanya pada kegiatan MOS dan OSPEK, dalam aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan dosenpun harus menjadi perhatian.
Pelecehan sekecil apapun atau hukuman yang berlebihan turut andil menabur benih kekerasan dalam diri generasi muda. Karena itu, tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan harus sesegera mungkin di tiadakan, agar lingkaran setan yang menjadi bencana dunia pendidikan dapat segera terputus. Oleh sebab itu, semua pihak, baik pengajar, masyarakat, siswa dan mahasiswa maupun lembaga pendidikan harus benar-benar memperhatikan hal ini. Kontrol dan perhatian semua elemen masyarakat terhadap kebijakan pendidikan dapat menjadi tameng untuk menekan tumbuhnya kekerasan dan pelecehan dalam proses pendidikan.
Selain itu, untuk mewujudkan pendidikan yang sehat, maka diperlukan strategi pendidikan yang kuat dan cerdas. Kegiatan pengenalan sekolah dan kampus harus di tata sedemikian rupa dengan asas manfaat, yang benar-benar membantu dalam aktivitas akademis. MOS dan OSPEK diharapkan tidak lagi menjadi ketakutan tersendiri bagi siswa dan mahasiswa baru, namun dapat menjadi gerbang untuk mengasah potensi masing-masing. Lembaga pendidikan juga dituntut untuk proaktif dalam membina siswa dan mahasiswanya, serta mengontrol kegiatan-kegiatan yang dianggap memberikan peluang terjadinya kekerasan dan pelecehan.
Untuk siswa dan mahasiswa serta keluarganya, diharapkan tidak segan-segan untuk melaporkan penyimpangan-penyimpangan dalam proses belajar kepada lembaga pendidikan yang bersangkutan atau pihak yang berwajib. Semua ini penting untuk mencegah kembali terjadinya kekerasan dan pelecehan dalam pendidikan, mengingat pendidikan merupakan ujung tombak dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya pembangunan di Indonesia.
Semoga saja pada awal tahun ajaran kali ini dan seterusnya, tidak akan ada lagi siswa dan mahasiswa yang melakukan atau mengalami tindakan kekerasan dalam kegiatan pengenalan sekolah dan kampus. Para pengajar juga diharapkan untuk kembali pada hakikat pendidikan dan tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan pendidikan. Sehingga, sekolah dan kampus dapat menjadi tempat yang berfungsi sebagaimana mestinya, yakni pencetak sumber daya manusia yang berkualitas sebagai calon pemimpin bangsa, tanpa kekerasan dan pelecehan.
we came to the finish line for ujian akhir semester dua
ahaha finally it's not ujian semester 2 anymore!
hohohoho . . .
finally we left 8 hard days : saturday"june 6th" until saturday "june 12th".
hope this day and the next day would be our greatest day! :)
what happened on june 6th untul june 12th???
on june 6th until june 12th, we got an examintion that we called "ujian akhir semester 2".
its preparation . . wewew so tiring
but it was okey for us. we must get the best for our education. good score n didn't get some of remidial test was our purpose. hohoho.
we studied hard. . .
and we passed the examination by praying to our god that it would be okey until the last day of the examintion.
and now...
phuffh. . . we are still waiting for the result of some subject. Agama, Bahasa Indonesia, TIK.
ya Allah. . . help us :))
hohohoho . . .
finally we left 8 hard days : saturday"june 6th" until saturday "june 12th".
hope this day and the next day would be our greatest day! :)
what happened on june 6th untul june 12th???
on june 6th until june 12th, we got an examintion that we called "ujian akhir semester 2".
its preparation . . wewew so tiring
but it was okey for us. we must get the best for our education. good score n didn't get some of remidial test was our purpose. hohoho.
we studied hard. . .
and we passed the examination by praying to our god that it would be okey until the last day of the examintion.
and now...
phuffh. . . we are still waiting for the result of some subject. Agama, Bahasa Indonesia, TIK.
ya Allah. . . help us :))
We won at PB 2009
Jantung sehat Persada Blast 2009 kali ini mengangkat tema tentang linkungan. SURTY sebagai bagian dari armada (arek smada) gag akan melewatkan kesempatan buat unjuk gigi. . . hi. . . hi. . . menampilkan adu kreatifitas membuat spanduk kelas dan kerapian barisan saat jantung sehat.
So we prepared for it maximally. . .
Ketua kelas kita yang namanya Andri Tri Lesmono, konon katanya lebih beken dipanggil Ambon atau Ambundz Ajjah mengkoordinir anak buah-nya. Kira-kira seperti ini.
Ambon : Teman-teman, pulang KKB jangan pulang dulu. Karena kita akan mempersiapkan spanduk kelas untuk aksi demo kita. . . lho salah. . . yang betul untuk jantung sehat memperingati hari ulang tahun SMA Negeri 2 Jombang.
Anak Buah : Wha... wha... kesel (capek), Mbon!!!
Ambon : Pokoknya nanti tidak boleh pulang. . . Okeh. . . Okeh. . .
saat pulang KKB. . .
semua anak SURTY berkumpul di depan kelas. semua duduk di depan papan tulis membentuk lingkaran. ngapain??? ya ngerjakan spanduk lah. . . ada yang nggambar, ngecat, mengambil air, mencuci kuas, menyemangati dengan kata-kata bijak, menyemangati dengan doa, bahkan ada yang cuma melihat sambil termangu [katanya yang termangu itu lagi kelaparan he he he]. Oh ya lupa. . . untuk pembuatan spanduk kali ini project leadernya adalah. . . anggep aja Wulan. Tahu kan. . . tahu kan. . . :))
keesokan harinya. . .
.jpg)
and. . . finally this is d'winner. Juara harapan sich. . . tapi SURTY tetep semangat.
.jpg)
:)) salam super. . .
So we prepared for it maximally. . .
Ketua kelas kita yang namanya Andri Tri Lesmono, konon katanya lebih beken dipanggil Ambon atau Ambundz Ajjah mengkoordinir anak buah-nya. Kira-kira seperti ini.
Ambon : Teman-teman, pulang KKB jangan pulang dulu. Karena kita akan mempersiapkan spanduk kelas untuk aksi demo kita. . . lho salah. . . yang betul untuk jantung sehat memperingati hari ulang tahun SMA Negeri 2 Jombang.
Anak Buah : Wha... wha... kesel (capek), Mbon!!!
Ambon : Pokoknya nanti tidak boleh pulang. . . Okeh. . . Okeh. . .
saat pulang KKB. . .
semua anak SURTY berkumpul di depan kelas. semua duduk di depan papan tulis membentuk lingkaran. ngapain??? ya ngerjakan spanduk lah. . . ada yang nggambar, ngecat, mengambil air, mencuci kuas, menyemangati dengan kata-kata bijak, menyemangati dengan doa, bahkan ada yang cuma melihat sambil termangu [katanya yang termangu itu lagi kelaparan he he he]. Oh ya lupa. . . untuk pembuatan spanduk kali ini project leadernya adalah. . . anggep aja Wulan. Tahu kan. . . tahu kan. . . :))
keesokan harinya. . .
.jpg)
and. . . finally this is d'winner. Juara harapan sich. . . tapi SURTY tetep semangat.
.jpg)
:)) salam super. . .
SURTY cinta smada.
We
SMADA very much.
Why? Yang pasti, karena
adalah almamater kita. :))
dan untuk kawan-kawan semua yang pengen lebih jelas tentang smada. simak profil smada di bawah ini . . .
Sejarah SMA Negeri 2 Jombang
"anak-anak SURTY ini sangat amat sangat *huh lebay... mencintai sejarah. jadi, waktu disuruh menceritakan tentang sejarahnya smada 'no probz' lah. Nah begini sejarahnyo. . . dengarkan ambo yo. . . *kok jadi aksen Sumatera Barat :)). Ah, sudah simak ceritanyo yo. . ."
SMU Negeri 2 Jombang berdiri sejak tahun 1973 dengan nama SMA Negeri, kemudian berganti nama menjadi SMPP (Sekolah Menengah Proyek Percontohan), dan berganti nama kembali SMA Negeri 2 semenjak tahun 1985. Pada perkembangannyame, tahun 1999 berganti nama menjadi SMU Negeri 2. Dan karena ada perubahan nama dari SMU menjadi SMA, SMU 2 Jombang kembali menggunakan nama SMA 2 Jombang sampai sekarang.
Hingga kini SMA Negeri 2 Jombang masih menyandang predikat Favorit SMA di Kabupaten Jombang dan telah banyak meraih prestasi.
Bahkan mulai tahun ajaran 2009/2010 SMA 2 Jombang telah menjadi sekolah Rintisan Bertaraf Internasional yang disingkat RSBI.
Tepuk tangan . . . :))
Visi SMA Negeri 2 Jombang
Religius, Cerdas, berbudaya keilmuan, berjiwa Pemimpin, Berwawasan Nasional, Dan cinta Tanah Air.
Misi SMA Negeri 2 Jombang
Meningkatkan Lingkungan Sekolah Yang Religius
Meningkatkan kegiatan Pembelajaran Untuk Mewujudkan Masyarakat Sekolah Yang Cerdas Dan berbudaya Keilmuan
Meningkatkan kegiatan Kesiswaan Untuk Mewujudkan Peserta Didik Yang Berjiwa Pemimpin, - Berwawasan Nasional Dan Cinta Tanah Air
Mewujudkan SMA Neheri 2 Jombang Menjadi Sekolah Yang Memenuhi 8 (Delapan) Standar Nasional Pendidikan Untuk Menuju "Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional"
SMADA very much.Why? Yang pasti, karena
adalah almamater kita. :))dan untuk kawan-kawan semua yang pengen lebih jelas tentang smada. simak profil smada di bawah ini . . .
Sejarah SMA Negeri 2 Jombang
"anak-anak SURTY ini sangat amat sangat *huh lebay... mencintai sejarah. jadi, waktu disuruh menceritakan tentang sejarahnya smada 'no probz' lah. Nah begini sejarahnyo. . . dengarkan ambo yo. . . *kok jadi aksen Sumatera Barat :)). Ah, sudah simak ceritanyo yo. . ."
SMU Negeri 2 Jombang berdiri sejak tahun 1973 dengan nama SMA Negeri, kemudian berganti nama menjadi SMPP (Sekolah Menengah Proyek Percontohan), dan berganti nama kembali SMA Negeri 2 semenjak tahun 1985. Pada perkembangannyame, tahun 1999 berganti nama menjadi SMU Negeri 2. Dan karena ada perubahan nama dari SMU menjadi SMA, SMU 2 Jombang kembali menggunakan nama SMA 2 Jombang sampai sekarang.
Hingga kini SMA Negeri 2 Jombang masih menyandang predikat Favorit SMA di Kabupaten Jombang dan telah banyak meraih prestasi.
Bahkan mulai tahun ajaran 2009/2010 SMA 2 Jombang telah menjadi sekolah Rintisan Bertaraf Internasional yang disingkat RSBI.
Tepuk tangan . . . :))
Visi SMA Negeri 2 Jombang
Religius, Cerdas, berbudaya keilmuan, berjiwa Pemimpin, Berwawasan Nasional, Dan cinta Tanah Air.
Misi SMA Negeri 2 Jombang
Meningkatkan Lingkungan Sekolah Yang Religius
Meningkatkan kegiatan Pembelajaran Untuk Mewujudkan Masyarakat Sekolah Yang Cerdas Dan berbudaya Keilmuan
Meningkatkan kegiatan Kesiswaan Untuk Mewujudkan Peserta Didik Yang Berjiwa Pemimpin, - Berwawasan Nasional Dan Cinta Tanah Air
Mewujudkan SMA Neheri 2 Jombang Menjadi Sekolah Yang Memenuhi 8 (Delapan) Standar Nasional Pendidikan Untuk Menuju "Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional"
tentang surty. . .
Apa ya SURTY?
SURTY adalah kepanjangan dari Science Four Community. Salah satu kelas di SMA 2 Jombang dari jurusan IPA, yaitu XI IPA 4. Jadi disini, SURTY adalah julukan dari XI IPA 4.
Untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini wali kelas SURTY adalah Ibu Aminyati. Ibu guru kimia itu lho! Semua warga SMA Negeri 2 Jombang pasti sudah tahu. Selain itu SURTY juga dihuni oleh 40 siswa-siswi yang pastinya. . .pinter, kreatif, alim, baik hati, tidak sombong, rajin mengerjakan pe-er, rajin menabung, penurut, rajin membantu dan manis. *hehe...jadi narsis
Okey, siapa aja penghuni SURTY. Let's check this out. . . *bergaya VJ MTV :))
[ini daftarnya urut absen yach. . .]

and. . . that's all about SURTY. Science Four Community.
Salam Super! ^-^(02_surty)
SURTY adalah kepanjangan dari Science Four Community. Salah satu kelas di SMA 2 Jombang dari jurusan IPA, yaitu XI IPA 4. Jadi disini, SURTY adalah julukan dari XI IPA 4.
Untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini wali kelas SURTY adalah Ibu Aminyati. Ibu guru kimia itu lho! Semua warga SMA Negeri 2 Jombang pasti sudah tahu. Selain itu SURTY juga dihuni oleh 40 siswa-siswi yang pastinya. . .pinter, kreatif, alim, baik hati, tidak sombong, rajin mengerjakan pe-er, rajin menabung, penurut, rajin membantu dan manis. *hehe...jadi narsis
Okey, siapa aja penghuni SURTY. Let's check this out. . . *bergaya VJ MTV :))
[ini daftarnya urut absen yach. . .]
1. Abby Prawaka
2. Adinda Lovina Sismi
3. Amanda Sari
4. Andri Tri Lesmono
5. Angelina Pingkan Rambi
6. Atik Rahmawati
7. Avida Tri Wanda
8. Ayu Puspita Dewi
9. Azif Fuadn Fachrudin
10. Bagus Pambudi Setiawan
11. Dean Armylsari
12. Dennisa Retviandra
13. Dyah Wulan Putri Pradani
14. Fathiya Rahma Arfira
15. Fatimatulluvita
16. Fauziah Novitanawati
17. Fransisca Widyasari Sujanto
18. Gagah Rakasiwi Samsudin
19. Gemarta Diventin Putra
20. Indah Alfiana
21. Jehana Ramadhasari
22. Kukuh Wijayanto
23. Mohamad Zahid
24. Mutiara Kristiani Putri
25. Nanda Tito Prasetyo
26. Petrina Theda Philothra
27. Rahardian Budi Estiawan
28. Redita Dhony Susanto
29. Rizky Dannar Pratama
30. Rachmatul Auwalia
31. Roro Puji Waty
32. Ryandhimas Edo Zezario
33. Safitri Ramadhini
34. Satria Maulana Akbar
35. Shabrina Rahma Permatasari
36. Sinta Wulandari
37. Siska Dwi Hernaning
38. Tofan Arif Kususma
39. Welly Agus Budiona
40. Yoga Yuwana Sukamto
2. Adinda Lovina Sismi
3. Amanda Sari
4. Andri Tri Lesmono
5. Angelina Pingkan Rambi
6. Atik Rahmawati
7. Avida Tri Wanda
8. Ayu Puspita Dewi
9. Azif Fuadn Fachrudin
10. Bagus Pambudi Setiawan
11. Dean Armylsari
12. Dennisa Retviandra
13. Dyah Wulan Putri Pradani
14. Fathiya Rahma Arfira
15. Fatimatulluvita
16. Fauziah Novitanawati
17. Fransisca Widyasari Sujanto
18. Gagah Rakasiwi Samsudin
19. Gemarta Diventin Putra
20. Indah Alfiana
21. Jehana Ramadhasari
22. Kukuh Wijayanto
23. Mohamad Zahid
24. Mutiara Kristiani Putri
25. Nanda Tito Prasetyo
26. Petrina Theda Philothra
27. Rahardian Budi Estiawan
28. Redita Dhony Susanto
29. Rizky Dannar Pratama
30. Rachmatul Auwalia
31. Roro Puji Waty
32. Ryandhimas Edo Zezario
33. Safitri Ramadhini
34. Satria Maulana Akbar
35. Shabrina Rahma Permatasari
36. Sinta Wulandari
37. Siska Dwi Hernaning
38. Tofan Arif Kususma
39. Welly Agus Budiona
40. Yoga Yuwana Sukamto
dan ini... gambarnya anak-anak SURTY
and. . . that's all about SURTY. Science Four Community.
Salam Super! ^-^(02_surty)
Langganan:
Postingan (Atom)